Pemprov Jatim Tuntaskan 860 Kasus Kesehatan di Pulau Kangean

Avatar

SURABAYA, TERARAH.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberangkatkan 62 Tim Pelayanan Kesehatan (Yankes) Bergerak menuju Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, dari halaman Gedung Negara Grahadi, Jumat (17/10) dini hari.

Pelepasan tim dilakukan secara simbolis dengan penyematan rompi oleh Gubernur Khofifah sebagai tanda dimulainya misi kemanusiaan tersebut.

Program Yankes Bergerak yang diinisiasi sejak 2019 ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemprov Jatim dalam menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan yang jauh dari akses fasilitas medis.

Khofifah menyebut, keberangkatan kali ini menjadi tahap ketiga tahun 2025 setelah sebelumnya dilaksanakan di Pulau Raas dan Pulau Sapudi. Tahap keempat dijadwalkan berlangsung di Pulau Gili Genting pada November mendatang.

“Saya ingin ikut melepas langsung karena apa yang dilakukan tim ini adalah tugas mulia. Panjenengan semua memberikan layanan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan. Insya Allah, kebaikan ini akan dicatat oleh Allah SWT,” ujar Khofifah.

Tim Yankes Bergerak dijadwalkan memberikan layanan di Pulau Kangean mulai 18 hingga 21 Oktober 2025, dengan target penanganan 860 kasus kesehatan.
Rinciannya meliputi 238 kasus mata, 28 kasus THT, 2 tindakan bedah, 200 skrining pendengaran bayi, 58 kasus gigi, 107 kasus TBC, 86 kasus kesehatan jiwa, 22 kasus kusta, 21 kasus HIV, dan 98 kasus stunting.

Khofifah juga meminta agar dilakukan skrining penglihatan dan pendengaran bagi anak-anak serta penyediaan kacamata sesuai kebutuhan hasil pemeriksaan. Ia menegaskan agar layanan dilakukan secara tuntas mulai dari pemeriksaan hingga tindak lanjut.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya eliminasi penyakit kusta di Pulau Kangean dengan menggandeng lembaga internasional seperti Nippon Foundation.

Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Erwin Astha Triyono, menambahkan bahwa sejak 2019 hingga 2025, program Yankes Bergerak telah melayani 13.816 warga di berbagai pulau terpencil Jawa Timur seperti Sapeken, Pagerungan, Masalembu, Sapudi, Kangean, Gili Genting, dan Raas.

“Program ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir memberikan layanan kesehatan yang merata dan inklusif bagi masyarakat kepulauan,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *