Dosen Vokasi UB Gagas Riset Smart Tourism Bareng Universitas Korea Selatan

Avatar

Malang, Terarah.id — Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan riset inovatif melalui program Dosen Berkarya.

Kali ini, UB menggandeng dua perguruan tinggi ternama dari Korea Selatan, yaitu Dongguk University WISE Campus dan Kyungpook National University, dalam kegiatan Joint Research and Publication (JRP) bertema “Smart Tourism untuk Desa Wisata”.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. A. Faidlal Rahman, SE.Par., M.Sc., CHE bersama tim dosen Fakultas Vokasi UB. Kolaborasi ini berawal dari diskusi daring yang membahas peluang riset bersama dalam bidang pariwisata digital.

Hasil pertemuan tersebut menegaskan bahwa sektor pariwisata, khususnya desa wisata, membutuhkan inovasi berbasis teknologi untuk meningkatkan pelayanan dan daya saing.

Fokus utama riset ini adalah mengembangkan konsep smart tourism yang menggabungkan kemajuan teknologi digital dengan pemberdayaan masyarakat desa.

Para peneliti akan menelaah bagaimana wisatawan memanfaatkan teknologi selama berkunjung, serta bagaimana teknologi dapat meningkatkan pengalaman wisata sekaligus memberdayakan pelaku usaha lokal.

“Penelitian ini diharapkan menghasilkan strategi yang tidak hanya canggih, tetapi juga sederhana dan mudah diterapkan, sehingga memberikan manfaat langsung bagi desa wisata,” ujar Dr. Faidlal Rahman.

Selain memberi kontribusi nyata bagi pengelolaan pariwisata, hasil riset ini juga akan memperkaya literatur akademik dan menjadi referensi dalam pengembangan kurikulum vokasi pariwisata agar selaras dengan kebutuhan industri modern.

Lebih dari itu, kolaborasi ini turut membuka ruang pembelajaran lintas budaya bagi para dosen serta memperkuat jalinan akademik antara Indonesia dan Korea Selatan.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UB dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta SDG 17 tentang kemitraan global.

Kerja sama strategis ini diharapkan terus berlanjut melalui program pertukaran akademik, publikasi internasional, dan pemberdayaan masyarakat, guna mewujudkan wajah baru pariwisata yang lebih cerdas, inklusif, dan berkelanjutan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *