Sumenep, Terarah.id— Polemik internal PBVSI Sumenep menjelang Musyawarah Kabupaten (Muscab) hingga kini masih belum menemukan titik terang.
Padahal, Aliansi Klub Voli Sumenep telah menggelar pertemuan dengan pengurus PBVSI Sumenep di Kantor KONI Sumenep pada Jumat (12/12/2025).
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PBVSI Sumenep beserta panitia Muscab. Namun demikian, belum ada kejelasan terkait sejumlah persoalan menjelang pelaksanaan muscab.
Koordinator Aliansi Klub Voli Sumenep, Akhmad Sugiyanto, menyampaikan bahwa dalam audiensi tersebut sebenarnya terdapat beberapa poin yang menjadi sorotan utama dan perlu segera ditindaklanjuti.
Tiga Tuntutan Aliansi Klub Voli Sumenep
1. Pengangkatan dan Pemberhentian Pengurus Paguyuban
Aliansi menyoroti proses pengangkatan dan pemberhentian koordinator paguyuban, termasuk penerbitan SK baru terhadap pengurus atau ketua paguyuban. Mereka menilai proses tersebut tidak transparan dan perlu dikaji ulang.
2. Aturan Hak Suara dalam Pemilihan Muscab
Aliansi menolak aturan yang diterbitkan PBVSI yang menyebutkan bahwa hak suara dalam pemilihan Muscab hanya dimiliki oleh tiga unsur, yakni:
Paguyuban
Keterwakilan klub
Aturan tersebut dianggap tidak masuk akal serta bertentangan dengan kesepakatan sebelumnya antara PBVSI dan paguyuban. Karena itu, Aliansi Klub menyatakan menolak 100 persen keputusan yang membatasi hak suara tersebut.
3. Uji Aturan Main dan AD/ART Muscab
Aliansi meminta agar aturan main serta Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART) Muscab diuji dan dibahas secara transparan dengan melibatkan seluruh pihak. Mereka menilai keterbukaan penting agar tidak menimbulkan berbagai tafsir yang berbeda.
“Jika ditafsirkan sepihak, masing-masing pihak akan merasa paling benar dan menilai pihak lain keliru. Inilah yang menjadi keresahan teman-teman,” ujar Akhmad Sugiyanto.
Sementara itu, Ketua PBVSI Sumenep belum memberikan penjelasan hasil pertemuan dengan sejumlah klub yang melakukan audensi.(red)












