Berita  

Mengenal Sosok AKBP Anang Hardiyanto, Kapolres Sumenep Kelahiran Madura

Avatar

SUMENEP, Terarah.ID — Sosok Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, dikenal sebagai perwira Polri yang memiliki rekam jejak penugasan cukup panjang di berbagai wilayah Indonesia.

Perwira menengah kelahiran Madura ini berasal dari Kabupaten Pamekasan.

AKBP Anang Hardiyanto lahir di Pamekasan pada 23 April 1986. Ia mengawali karier kepolisian setelah menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus pada tahun 2007. Anang merupakan bagian dari Batalyon Bhakti Satria.

Sejak awal bertugas, Anang terus mengasah kemampuan dan kompetensinya melalui berbagai pendidikan serta pelatihan kepolisian.

Ia tercatat mengikuti pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) serta Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 2016.

Selain itu, berbagai pendidikan kejuruan juga pernah ditempuhnya, terutama di bidang reserse kriminal dan lalu lintas guna memperkuat kapasitasnya dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum.

Dalam perjalanan kariernya, AKBP Anang memiliki pengalaman penugasan yang cukup beragam. Ia mengawali tugas sebagai perwira pertama di Polda Riau.

Selanjutnya, ia dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis di Polres Kampar dan Polresta Pekanbaru.

Tak hanya itu, Anang juga pernah menjadi tenaga pendidik di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, yang menunjukkan keterlibatannya dalam membina dan mencetak generasi anggota Polri yang baru.

Pengalaman penugasannya juga meluas ke berbagai daerah lain di Indonesia. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan penting di Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Polda Sulawesi Utara (Sulut).

Di kehidupan pribadi, AKBP Anang Hardiyanto menikah dengan Ny. RR Willa Andriyani Wahyuni, S.E., yang berasal dari Kabupaten Sumenep. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai dua orang putri, yakni Grisella Kenaisyah Paramesti dan Makaila Kenaisyah Sashikirana.

Sebagai putra Madura yang kini mengemban amanah memimpin Polres Sumenep, AKBP Anang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di daerah.

“Saya kebetulan putra Madura. Mari bersama-sama menciptakan kondusivitas daerah,” ujarnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *