SUMENEP, Terarah.id — Pagi itu, suasana berbeda tampak di jalanan Kota Sumenep. Di tengah aktivitas masyarakat yang mulai ramai, Direktur RSUD Moh Anwar, dr. Erliyati, justru memilih cara sederhana untuk berangkat kerja: menaiki becak.
Langkah tersebut bukan tanpa alasan. dr. Erliyati merespons langsung surat edaran Bupati Sumenep terkait pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sekaligus kebijakan penggunaan transportasi ramah lingkungan setiap hari Rabu.
Perempuan yang akrab disapa “Ibu Risma” itu menjadikan becak sebagai moda transportasi pilihannya. Bagi sebagian orang, mungkin ini terlihat tidak biasa, apalagi dengan posisinya sebagai pimpinan rumah sakit daerah. Namun bagi dr. Erliyati, keputusan itu justru sarat makna.
Ia mengaku, jarak antara rumahnya dengan RSUD Moh Anwar sebenarnya cukup dekat. Namun, memilih becak bukan sekadar soal jarak, melainkan bentuk komitmen terhadap kebijakan pemerintah sekaligus upaya memberi contoh kepada masyarakat.
“Ini bukan sekadar kebiasaan baru, tapi bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah daerah,” ujarnya.
Lebih dari itu, ia merasakan ada kedekatan yang terbangun saat menggunakan transportasi tradisional.
Interaksi dengan tukang becak dan masyarakat di sepanjang perjalanan menjadi pengalaman tersendiri yang jarang didapatkan saat menggunakan kendaraan pribadi.
Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya berdampak pada pengurangan penggunaan BBM, tetapi juga membuka ruang interaksi sosial yang lebih hangat antara pejabat publik dan masyarakat.
Langkah sederhana yang dilakukan dr. Erliyati ini pun menjadi simbol bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal kecil. Dengan memilih becak setiap hari Rabu, ia tidak hanya menjalankan aturan, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang kepedulian lingkungan dan kedekatan dengan rakyat.(red)












