Wabup Sumenep: Bahasa Madura Alos Cermin Identitas dan Kehalusan Budi

Avatar

Sumenep,Terarah.id— Momentum Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-756 tahun menjadi refleksi penting terhadap pelestarian bahasa Madura alos sebagai identitas budaya lokal yang mulai jarang digunakan, terutama di kalangan generasi muda.

Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, menyinggung hal itu usai bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep di Halaman Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (31/10/2025).

Menurutnya, penggunaan bahasa Madura dalam acara resmi pemerintah seharusnya tetap dipertahankan sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan jati diri masyarakat Sumenep. Namun, pada pelaksanaan upacara kali ini, pihaknya memilih menggunakan Bahasa Indonesia karena mempertimbangkan kehadiran para tamu undangan dari luar daerah.

“Seharusnya kami memang menggunakan bahasa daerah sebagai identitas. Namun karena sebagian besar tamu Forkopimda bukan dari Madura, akhirnya kami memilih Bahasa Indonesia,” ujar KH Imam Hasyim.

Meski demikian, Wabup berjanji akan tetap menyampaikan sambutan berbahasa Madura dalam Rapat Paripurna Hari Jadi Kabupaten Sumenep yang digelar di gedung DPRD. Ia juga mengakui bahwa penggunaan bahasa Madura alos membutuhkan pembiasaan dan kemampuan yang tidak semua orang miliki.

“Insyaallah, dalam Rapat Paripurna nanti saya akan menggunakan Bahasa Madura. Tapi memang tidak mudah, karena berbahasa Madura halus itu perlu kebiasaan dan ketelitian,” tambahnya.

KH Imam Hasyim berharap, generasi muda Sumenep tidak melupakan bahasa daerahnya sendiri. Menurutnya, bahasa Madura bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga cermin peradaban dan kebanggaan masyarakat Sumenep yang memiliki sejarah panjang.

“Kalau bukan kita yang menjaga dan melestarikannya, siapa lagi?” pungkasnya.

Peringatan Hari Jadi ke-756 ini diharapkan menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya lokal, termasuk bahasa Madura alos yang menjadi simbol kehalusan budi masyarakat Sumenep.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *