Ketika Kebijakan Bupati Menjawab Penantian Panjang Tenaga Kesehatan

Avatar

Sumenep, Terarah.ID— Selviyana Eka Puspa, perawat asal Manding yang telah mengabdi selama sepuluh tahun, tidak dapat menyembunyikan rasa haru ketika menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai PPPK Paruh Waktu.

Di antara ratusan tenaga kesehatan lainnya, ia menjadi salah satu wajah yang paling mencerminkan kelegaan dan kebahagiaan atas kebijakan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.

Sejak pagi, Selviyana tampak memeluk map berisi SK itu dengan erat. Baginya, hari ini adalah titik balik perjalanan panjang sebagai tenaga kesehatan daerah.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Achmad Fauzi. Ini adalah hadiah yang tidak ternilai bagi kami yang sudah lama menunggu kepastian,” ujarnya dengan suara bergetar.

Ucapan itu bukan basa-basi. Selviyana mengenang bagaimana dirinya melewati berbagai situasi sulit selama bertugas, mulai dari membantu persalinan darurat di desa hingga merawat pasien dengan fasilitas terbatas.

Sepanjang sepuluh tahun tersebut, ia tetap bertahan dengan keyakinan bahwa suatu hari pemerintah daerah akan membuka jalan bagi masa depan yang lebih pasti bagi para nakes.

“Beliau (Bupati Fauzi) memberi jalan terang untuk kami. Kebijakan ini bukan hanya soal status, tetapi soal penghargaan bagi tenaga kesehatan yang berada di lapangan setiap hari. Terima kasih, Pak Bupati, sudah mendengar dan memperjuangkan kami,” kata Selviyana, yang sempat menyeka air matanya.

Bupati Achmad Fauzi, melalui kebijakan pengangkatan PPPK Paruh Waktu, dianggap memberikan perubahan nyata bagi ribuan tenaga kesehatan.

Selviyana merasa kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada mereka yang telah lama bekerja tanpa kepastian.

Ia berharap langkah ini terus berlanjut dan memberi motivasi baru bagi seluruh tenaga kesehatan di Sumenep.

“Dengan SK ini, saya semakin semangat bekerja. Semoga pelayanan kesehatan di Sumenep semakin maju dan masyarakat semakin terbantu,” ucapnya.

Sore itu, Selviyana pulang dengan hati penuh syukur. Di balik rasa bahagianya, ucapan khusus yang ia tujukan kepada Bupati Fauzi menjadi tanda bahwa kebijakan ini menyentuh langsung kehidupan tenaga kesehatan hingga ke akar pengabdiannya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *