Sumenep, Terarah.id— Ali Zein tak pernah menyangka bahwa sebuah wasiat sederhana dari sang ibu akan menjadi jalan lahirnya sebuah gerakan sosial yang kini terus menebar manfaat.
Bani Insan Peduli (BIP), komunitas yang ia gagas, berangkat dari nilai keikhlasan, kepedulian, dan keyakinan bahwa kebaikan sejatinya kembali kepada pelakunya.
Awal mula berdirinya BIP tak lepas dari wafatnya almarhumah ibunda Ali Zein.
Salah satu pesan yang selalu ia pegang teguh adalah agar senantiasa berbagi dan menebar kebaikan selagi masih diberi kesempatan hidup.
“Wasiat itulah yang terus kami jaga. Berbuat baik jangan menunggu kaya, jangan menunggu lapang. Selama masih mampu, lakukan,” kata Ali Zein Jumat,(19/12/2025)
Prinsip tersebut, menurutnya, sejalan dengan ajaran Islam. Dalam hadis disebutkan bahwa Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong sesama.
Bahkan dalam hadis qudsi, Allah menegaskan agar manusia mendahulukan kontribusi dan membantu orang lain, maka Allah akan mempermudah urusannya.
Ali Zein menekankan bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial. Berbuat baik bukan semata untuk mereka yang menerima bantuan, melainkan juga untuk kebaikan diri sendiri. Ia mengutip makna Al-Qur’an bahwa setiap kebaikan yang dilakukan manusia sejatinya akan kembali kepada dirinya sendiri.
Kesadaran itulah yang kemudian ia tanamkan kepada para relawan BIP. Ia selalu mengingatkan agar tidak terlena dengan dunia, karena segala yang dimiliki hanyalah titipan.
“Selagi ada kesempatan, mari tebarkan kebaikan kepada mereka yang benar-benar berhak,” ujarnya.
Menariknya, dalam menjalankan BIP, Ali Zein memilih bergerak sesuai kemampuan pribadi. Ia mengaku tidak menutup diri dari niat baik orang lain, namun sengaja membatasi penerimaan titipan bantuan orang lain demi menghindari hal yang tidak diinginkan.
“Karena segala yang kita miliki ini tidak lain hanyalah titipan aja,”ujarnya.
Selain menanamkan mental keikhlasan, Ali Zein juga membangun keyakinan yang sama kepada seluruh relawan. Ia menegaskan bahwa relawan dan penggagas memiliki kedudukan pahala yang setara.
“Kita tidak perlu mengharapkan penilaian manusia. Yang kita harapkan hanya penilaian Allah. Pahalanya sama, karena dalam hadis disebutkan, siapa yang menyampaikan kebaikan, pahalanya sama dengan yang mengerjakannya,” tuturnya.
Bani Insan Peduli diniatkan Ali Zein sebagai amal jariyah untuk kedua orang tuanya. Ia berharap seluruh ikhtiar kebaikan itu diterima Allah dan menjadi pemberat amal di akhirat.
“Mudah-mudahan kita semua diberi kesehatan, keberkahan rezeki, dan husnul khatimah,” pungkasnya.(red)












