SUMENEP, Terarah.id – Momentum peringatan Hari Buruh Internasional dimaknai oleh politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Sumenep, Khairul Anwar, sebagai ajang memperkuat keseimbangan antara hak dan kewajiban buruh serta pengusaha.
Menurutnya, para pekerja harus mendapatkan perlindungan yang layak, baik dari sisi kehidupan, martabat, maupun hak-hak normatif lainnya.
Namun di sisi lain, buruh juga dituntut untuk tetap menjaga etos kerja dan berkontribusi maksimal dalam proses produksi.
“Para buruh harus kita lindungi kehidupannya, martabatnya, dan hak-haknya. Tapi di sisi lain, buruh juga perlu memikirkan keberlangsungan proses produksi agar tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara pekerja dan pengusaha,” ujar Khairul Anwar kepada Terarah.id Kamis, (30/4/2026)
Anggota Komisi I DPRD Sumenep itu menegaskan, hubungan industrial yang sehat hanya dapat terwujud jika kedua belah pihak menjalankan perannya secara seimbang.
Buruh bekerja secara profesional, sementara pengusaha memenuhi kewajibannya secara adil.
Ia juga mengingatkan pentingnya nilai tanggung jawab dalam bekerja. Menurutnya, kerja keras dan keikhlasan akan berdampak positif, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi kesejahteraan pribadi pekerja.
⁸“Bekerjalah dengan baik, karena Tuhan pasti memberikan hasil terbaik bagi mereka yang bersungguh-sungguh,” imbuhnya.
Sementara itu, Khairul juga memberikan perhatian khusus kepada para pengusaha agar tidak mengabaikan hak-hak buruh.
Ia menekankan pentingnya pemberian jaminan sosial, termasuk jaminan kesehatan dan kesejahteraan lainnya.
“Pengusaha harus memperhatikan hak-hak buruh, seperti jaminan kesehatan, keselamatan kerja, dan kesejahteraan secara umum. Ini penting agar tercipta rasa aman dan nyaman bagi para pekerja,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap momentum Hari Buruh tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi refleksi bersama untuk meningkatkan kualitas hubungan industrial di Kabupaten Sumenep.
Dengan adanya sinergi antara buruh dan pengusaha, Khairul optimistis pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin meningkat, sekaligus menciptakan iklim kerja yang harmonis dan berkelanjutan.(red)












