Opini  

Ketua PBVSI Sumenep Baru Diuji Mewujudkan Mimpi Bupati Soal Klub Voli Nasional

Avatar

Pergantian kepemimpinan di tubuh PBVSI Sumenep seharusnya tidak dimaknai sekadar pergantian struktur organisasi. Lebih dari itu, ini adalah momentum menentukan arah masa depan bola voli Sumenep.

Pertanyaan yang patut diajukan secara jujur adalah: mampukah ketua PBVSI yang baru mengabulkan mimpi besar Bupati Sumenep untuk memiliki klub bola voli yang mampu bersaing di level nasional?

Mimpi tersebut bukan tanpa dasar. Sumenep memiliki potensi atlet yang terus lahir dari turnamen-turnamen lokal, klub-klub kampung, hingga kompetisi antar kecamatan yang hidup hampir sepanjang tahun.

Antusiasme masyarakat terhadap bola voli pun tidak pernah surut. Namun potensi besar itu kerap berhenti di level lokal karena tidak dikelola dengan sistem pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.

Di sinilah peran ketua PBVSI menjadi krusial. Kepemimpinan ke depan dituntut tidak hanya piawai secara administratif, tetapi juga berani mengambil langkah strategis.

Mulai dari membangun pembinaan usia dini, menciptakan kompetisi rutin yang berkualitas, hingga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak swasta. Tanpa itu semua, mimpi memiliki klub level nasional akan terus menjadi slogan tahunan.

PBVSI Sumenep tidak boleh lagi berjalan dengan pola lama: aktif saat turnamen, pasif saat pembinaan. Jika ingin naik kelas, organisasi ini harus dikelola secara profesional, transparan, dan berpihak pada kepentingan atlet. Prestasi tidak lahir dari seremoni, melainkan dari kerja panjang yang konsisten.

Pada akhirnya, publik berhak menagih janji. Ketua PBVSI yang baru kelak akan diukur bukan dari banyaknya program yang dicanangkan, melainkan dari sejauh mana bola voli Sumenep mampu menembus panggung nasional.

Mimpi Bupati Sumenep seharusnya menjadi target bersama, bukan sekadar narasi politik atau romantisme olahraga daerah.

Jika kepemimpinan baru berani menjawab tantangan itu, maka sejarah baru bola voli Sumenep bukan hal yang mustahil untuk ditulis.

Penulis : Mahrus Ali

JURNALIS OLAHRAGA SUMENEP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *